Apa yang terlintas di otak anda saat membaca judul ini untuk pertama kalinya?? Apa yang anda perkirakan isi blog ini saat membaca judul seperti ini??? Sebaiknya, anda jangan langsung membaca akhir tulisan ini. Biarkan rasa penasaran, kebingungan dan rasa-rasa lainnya yang mulai muncul saat perlahan namun pasti anda akan selesai membaca tulisan ini. Saya akan membebaskan anda untuk merasakan semua perasaan yang semakin bercampur aduk karena saya bukanlah PENGUASA anda. Jadi, anda masih tetap pada aturan membaca tulisan ini kan????? Saya PERCAYA pada anda.
Baiklah saya akan mulai dengan memberikan pertanyaan kepada anda dan anda harus menjawabnya sebelum anda melanjutkan membaca tulisan ini. Pertanyaannya sangatlah mudah, apa alasan anda membaca tulisan ini?? Apa yang anda harapkan dari tulisan ini??? Jelaskan alasan penulis ingin membuat tulisan ini dan membiarkan anda dengan seenaknya membaca tulisan ini????? Saya PERCAYA anda akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi satu per satu, karena anda adalah manusia yang membudayakan ANTRIAN kan???? Dan saya PERCAYA, bahwa anda juga TIDAK akan pernah untuk langsung meloncat ke paragraf berikutnya tanpa menyelesaikan paragraf ini terlebih dahulu. Jika anda tidak patuh pada aturan ini, maka anda akan MENYESAL pada akhirnya.
Tulisan ini dibuat dengan sangat sadar dan tidak bermaksud apa-apa. Penulis pun tidak ada maksud untuk meremehkan, melecehkan ataupun menghukum pihak manapun dalam menuangkan kata demi kata sehingga menjadi sebuah kalimat. Jari-jari ini hanya ingin menuliskan suatu tulisan sehingga sang penulis kembali menjadi lega perasaan ini. Isi tulisan ini sungguh tidak bermaksud menyinggung pihak manapun, itu hanya sebuah kebetulan yang benar-benar tidak disengaja. Kalaupun itu hampir mirip dengan apa yang terjadi pada anda, COBA pikirkan lebih DALAM dan lebih POSITIF, MAKNA dari tulisan ini untuk MASYARAKAT.
Saat penulis mulai menulis tulisan ini, penulis baru saja kembali dari menikmati dinginnya malam namun hangat terasa oleh tubuh karena baru saja menikmati dinginnya malam bersama orang-orang terkasih. Setiap malam ini datang, penulis berharap ada hal indah yang dapat dia alami bersama orang spesial dalam hidupnya, selain keluarga dan sahabat-sahabatnya. Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Penulis akan selalu saja menghabiskan malam ini, hanya dengan menikmati acara TV yang terkadang tidak mendidik masyarakatnya namun akan terus ditonton oleh masyarakat meski mereka tahu ini membodohi mereka hanya karena mereka tidak bisa memikirkan apa lagi yang bisa dilakukannya dalam menghabiskan malam ini. Tak jarang pula penulis menghabiskan malam ini dengan menonton film bioskop, hang out bersama sahabat dan keluarga dan tak jarang pula dihabiskannya dengan kertas-kertas penuh tulisan, gambar-gambar lengkap dengan angka-angka yang dengan ditemani buku primbon kuno maka akan didapatkanlah gambaran kepribadian seseorang. Tidak jarang pula orang-orang menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh sang penulis melalui ilmu yang sedang didalaminya belum tentu benar, karena bagaimana bisa dengan angka-angka maka sudah dapat menggambarkan kepribadian seseorang. Biarkanlah orang-orang yang tidak mempercayai hal ini sibuk dengan apa yang mereka yakini, karena penulis bukanlah PENGUASA atas pikiran mereka. Seperti yang sudah saya katakan sebelum-sebelumnya, saya akan memBEBASkan anda untuk bermain-main dengan pikirna dan perasaan anda.
Tentu anda akan semakin menambah pertanyaan di dalam otak anda selain pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan diatas. Pertanyaan itu tak lain adalah, apa sich yang mau penulis tuliskan dalam aturan ini??? Kok rasanya tidak ada kesinkronan antara judul tulisan dengan isi tulisan itu sendiri??? Sekali lagi saya memBEBASkan anda untuk memilih diantara tiga pilihan, anda akan segera menghentikan membaca tulisan ini dan segera memberikan komentar atau anda akan segera menutup BLOG ini yang kemudian akan menghujat tulisan sang penulis atau anda akan tetap akan mengIKUTI aturan PARAGRAF kedua sehingga anda akan menemukan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sang penulis.
Penulis menuliskan tulisan ini dengan posisi duduk yang penulis sendiri tidak dapat menghitungnya berapa kali penulis merubah posisi duduknya agar ia bisa menyelesaikan tulisan ini dengan baik. Penulis juga tidak tahu akan sampai kapan jari-jari ini berhenti menyakiti tombol-tombol yang ada dihadapan mata sang penulis. Dengan ditemani segelas air putih yang tidak jauh dari dispenser putih dominan biru, sekotak popcorn ukuran sedang dan sebuah HP SONY ERICSSON yang semakin erorr baterenya dan berharap akan ada sebuah bunyi SMS dari nomor yang tak dikenalnya tapi sangat diharapkannya.
Saat memulai paragraf ini, windows media player milik penulis sedang melantunkan sebuah lagu religius, IRHAMNA milik OPICK. Lagu ini membuat penulis teringat akan suasana untuk pertama kalinya penulis mendengar lagu ini. Lagu ini untuk pertama kalinya terdengar di telinga penulis saat penulis sedang bersama keluarga ibunya yang benar-benar tidak pernah ditemuinya dan untuk yang pertama kalinya penulis menghabiskan hari raya idul fitri tanpa orang tua dan saudara laki-lakinya. Untuk pertama kalinya juga, penulis menikmati kondisi kota Jakarta di musim lebaran serta kondisi tubuh penulis yang semakin lama semakin lelah dan lemah. Sang tubuh ternyata selama ini telah terserang sesuatu hal yang sungguh tidak akan pernah ada satu wanita pun ingin mengalaminya. Tapi apa daya, sang penulis tidak dapat memutar kembali waktu dan tidak mungkin penulis menyalahkan KETIDAKKUASAAN penulis atas kondisi saat itu. Mungkin karena ini hal pertama kalinya, penulis mendapatkan kabar sekaget itu dan tanpa didampingin orang tua sendiri, akhirnya penulispun merasakan pada saat itu hidupnya tidak akan lama lagi. Penulis merasakan seperti sedang ada petir di siang bolong, penulis tiba-tiba takut akan kehilangan semua yang telah ia dapatkan saat itu. Penulis tiba-tiba merasa sangat egois sehingga meminta kepada sang PENGUASA untuk membiarkan ia hidup lebih lama lagi sampai impian yang dia bangun selama ini dapat tercapai. Saat itupun muncul perasaan TAKUT akan KEMATIAN, takut karena selama ini penulis menyadari bahwa ada banyak sekali DOSA-DOSA yang telah dibuatnya dan ia YAKIN tidak akan ada PENGAMPUNAN dari sang PENCIPTA.
Maka kembalilah anda MENJAWAB pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut ini. Apa yang anda pikirkan tentang KEMATIAN???? Kapan pertama kali anda menyadari bahwa ada KEMATIAN???? Apa yang anda rasakan saat pertama kali itu??? Apakah anda benar-benar siap dengan KEMATIAN????? Apa yang telah anda siap BAWA dan TINGGALKAN saat KEMATIAN mengahmpiri anda?????? Pernahkah anda merasa takut akan KEMATIAN dan kapankah itu???? Mengapa anda harus percaya KEMATIAN itu akan datang pada anda?????? Apakah anda yakin bahwa orang-orang yang akan ditinggalkan akan tersenyum saat anda pergi untuk selamanya dan mereka akan mengenang anda untuk selamanya???? Pernahkah terpikirkan oleh anda barang atau siapapun yang ingin anda bawa bersama saat KEMATIAN datang menghampiri anda????? Mengapa anda melakukan hal itu???????????