Selasa, 20 Oktober 2009

sulit tuk menghilang

Karena mendengar suaranya, benteng itupun runtuh. Ternyata sekokoh apapun bentng yang aku buat tetap saja masih belum bisa menahan rasa rindu itu. Harusnya aku tidak boleh menginginkannya, harusnya yang ada di otakku adalah betapa sakitnya hati ini karena telah tersakiti. Rasa sakit yang ditorehkannya begitu dalam, mengapa tidak disaat aku merasakan yang namanya first love tapi disaat itu juga aku dipermainkan.

Betapa miris hidupku setelah ku tahu bahwa ternyata dulu aku hanyalah dijadikan selingkuhan. Sumpah cewe mana yang mau buat dijadikan selingkuhan, smuanya pasti mengingingkan menjadi pacar utama dan satu-satunya.

Begitu ku dengar suaranya, begitu ku ingin memilikinya, ingin bersamanya, ingin melihat dia bermain futsal dan basket lebih dekat, ingin skali dipertikan sekali lagi olehnya. Tapi apa daya, kondisi tidak memungkinkan itu semua. Dia milik orang lain dan orang-orang disekitarku tidak menyukainya. Dan aku ta’ mungkin tidak menuruti perkataan orang-orang disekitarku, karena justru merekalah harta terbesar dan terindah yang kumiliki di dunia ini.

Tapi apakah aku harus meng-sms atau menelponnya demi mendengar suaranya dan sekedar mengobati rasa rinduku?? Tapi klu yang mengangkat adalah pacarnya, pasti akan dimarahinya lagi aku. Dan aku sebenarnya bisa merasakan apa yang dirasaka cewe itu, ya iyalah cewe mana sech yang gak marah dan cemburu klu ada mantan pacar dari pacarnya itu menghubungi lagi pacarnya.

Jahat banget ya aku, jika aku melakukan itu semua???

2 komentar:

  1. terdengar sprti anak remaja yg lg d'kecewakan oleh cinta.

    tapi itlah yg trjd beberapa thn lalu hingga saat ini

    BalasHapus
  2. sampai saat ini pernahkan merasakan hal ini???????

    lalu apa yang kalian lalukan berikutnya??????????????????????????????

    jika ia meminta kembali, apakah kalian akan menerimanya?????????????

    BalasHapus